LANDAK - IKN, Warga masyarakat bersama perangkat Desa Sebatih menutup akses Jalan Saham–Pahauman selama kurang lebih 8 jam, Minggu (10/1/2026). Penutupan dilakukan sebagai bentuk protes atas rubuhnya Jembatan Air Dangawan yang terletak di Dusun Tolong, Desa Sebatih, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Jembatan tersebut dilaporkan rusak parah hingga tidak bisa dilalui, diduga akibat setiap hari dilewati puluhan dump truk bermuatan sawit serta aktivitas angkutan berat proyek pembangunan di kawasan PT Gemilang Sawit Kencana (GSK).
Warga menyebut, pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, dua unit truk tronton dan puluhan truk bermuatan berat melintas di jalur tersebut. Bahkan, kontainer juga dilaporkan ikut melintas, meski melebihi standar kapasitas jalan kabupaten.
“Kalau muatan 20 ton, maka jalan dan jembatan harus dibangun dengan kekuatan 20 ton. Jangan asal jadi,” tutur salah satu warga kepada media.
Setelah penutupan jalan oleh warga, barulah dilakukan perbaikan sementara terhadap jembatan. Namun masyarakat menilai langkah tersebut terlambat dan belum menjawab persoalan utama.
Warga mempertanyakan tanggung jawab pengusaha dan Pemerintah Kabupaten Landak, tidak hanya terhadap jembatan, tetapi juga kerusakan ruas Jalan Pahauman–Saham yang kini dipenuhi lubang di hampir setiap titik.
“Kami resah. Pemerintah dan pengusaha seolah tidak menjalankan kewajibannya dengan baik dan benar. Jembatan diperbaiki sementara, tapi bagaimana dengan jalan rusak di sepanjang Pahauman–Saham?” keluh warga.
Masyarakat juga menegaskan bahwa Media Harapan Rakyat telah memberitakan persoalan ini sejak Maret 2025, dengan total lima kali pemberitaan. Namun, menurut warga, tindakan nyata baru dilakukan setelah jembatan benar-benar rubuh dan masyarakat turun bertindak.
“Ini tidak pas. Setelah rakyat bertindak, baru perusahaan berbuat. Kami berharap perbaikan dilakukan sesuai standar, bukan jembatan asal jadi,” tegas warga lainnya.
Sebagai informasi, PT Gemilang Sawit Kencana (GSK) beralamat di Dusun Pancur, Desa Kumpang Tengah, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT GSK maupun Pemerintah Kabupaten Landak terkait tanggung jawab kerusakan jalan dan jembatan akibat aktivitas angkutan berat tersebut.tim)
Komentar