SPBU Kelam Permai Sintang Selewengkan BBM Bersubsidi

baner atas sekali

SPBU Kelam Permai Sintang Selewengkan BBM Bersubsidi

Rabu, 14 Januari 2026


SINTANG - IKN, SPBU 64.786.18 Kelam permai Sintang, Kalimantan Barat diduga kuat melakukan praktik penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.


  Pantauan lapangan Awak media Rabu (14/1/26) tampak pengisian BBM subsidi jenis Pertalite menggunakan tangki siluman yang dimodifikasi di dalam kendaraan.


Sebelumnya, media juga telah memberitakan pantauan di lapangan, sebuah mobil Kijang berwarna merah melakukan pengisian BBM Pertalite di SPBU tersebut tanggal 6 Januari 2026.


Mobil itu diduga telah dimodifikasi dengan bak atau tangki tambahan di dalam kendaraan untuk menampung BBM subsidi dalam jumlah besar.


Praktik ini menimbulkan kecurigaan kuat adanya penyalahgunaan BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat tertentu dan pengguna yang berhak. 


Modus antrean menggunakan kendaraan dengan tangki siluman diduga telah berlangsung cukup lama dan terorganisir.


Lebih mencengangkan, saat awak media mendatangi lokasi dan mulai melakukan pengambilan video, operator SPBU secara tiba-tiba mencabut selang pengisian BBM dari mobil Kijang merah tersebut. 


Tindakan ini semakin memperkuat dugaan adanya aktivitas ilegal yang ingin disembunyikan dari pantauan publik.


Praktik pengisian BBM subsidi menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi jelas melanggar peraturan dan ketentuan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta berpotensi melanggar Undang-Undang Migas. 


Jika terbukti, pelaku dapat dikenakan sanksi pidana dan administratif, baik terhadap pemilik kendaraan maupun pihak SPBU yang diduga bekerja sama menyelewengkan minyak bersubsidi untuk dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan.


Masyarakat mendesak Kapolda Kalimantan Barat dan aparat penegak hukum terkait untuk segera turun melakukan penyelidikan mendalam, serta menindak tegas oknum yang terlibat. 


Penyelewengan BBM subsidi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menyengsarakan masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.

(Tim)